BLOG

BLOG

Jumat, Maret 09, 2012

Manusia sebagai Hamba Allah dan Makhluk Sosial

KATA PENGNTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada ALlah SWT, karena berkat rahmatNya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Dalam makalah ini saya membahas tentang Manusia sebagai Hamba Allah dan sebagai Makhluk social didalam Hakikatnya sebagai manusia.
 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti apakah Hakikat Manusia itu? Manusia adalah Hamba Allah dan sebagai Hamba Allah, manusia wajib beribadah kepadaNya, menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena sebagai Hamba Allah yang harus menjalankan segala perintahnya, manusia pun harus menjaga kelestarian bumi. Bumi dan segala isi didalamnya adalah alam semesta yang diciptakan Allah untuk dapat dinikmati manusia, secara otomatis pun manusia harus menjaga apa-apa saja yang terdapat di bumi dan isinya. Betapa banyak isi bumi yang merupakan keindahan dunia yang diciptakan Allah, mulai dari laut, samudra, pegunungan, hutan, gurun, dan masih banyak lagi ciptaan Allah yang harus dijaga kelestariannya. Manusia bukan lah satu-satunya makhluk hidup yang diciptakan Tuhan, ada hewan dan tumbuhan. Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal. Jelas jika tumbuhan dan hewan tidak memiliki akal sehat seperti layaknya manusia, manusia harus bisa memahami hakikat diri dan kehidupannya.
Di bumi pun diciptakan banyak manusia, tidak hanya satu atau dua tapi banyak, ratusan, jutaan, milyaran bahkan triliunan. Jadi betapa pentingnya hidup bersosialisasi, karena pada dasarnya manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri, itu sudah merupakan hukum alam bahwa manusia membutuhkan manusia lain untuk dapat bertahan, orang kaya pun memerlukan orang miskin, seorang direktur memerlukan karyawan, seorang bos memerlukan bawahan, itu hukum alam. 
Oleh karena itu, pembicaraan tentang manusia, siapa manusia, dari mana asal manusia,  untuk apa manusia hidup, apa fungsinya manusia didalam kehidupan merupakan pembahasan yang sangat mendasar bagi Hakikat Manusia.


B. Tujuan Penulisan


1. Mengetahui arti dari Manusia sebagai Hamba Allah dan Makhluk social
2. Mengetahui Hakikat manusia sebagai makhluk social
3. Mengetahui hubungan manusia sebagai hamba Allah dan makhluk social


PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia sebagai Hamba Allah dan Makhluk Social

Manusia diartikan sebagai Hamba Allah karena manusia merupakan salah satu ciptaan Allah SWT, makhluk yang diciptakan memiliki akal pikiran dan akal sehat, hal itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat yang diciptakan Allah untuk dijaga kelestariannya oleh manusia. Manusia memerlukan alam, sebagai contohnya kita memerlukan oksigen dari alam untuk bernafas, kita juga memerlukan tumbuhan, sayur-mayur, ikan, air dan masih banyak lagi untuk kelangsungan hidup. Manusia adalah makhluk yang diciptakan memiliki insting untuk menentukan apa yang ingin dilakukan, contohnya jika manusia itu lapar maka dia akan makan.
Manusia juga diciptakan sebagai Makhluk Sosial. Artinya manusia memiliki kebutuhan dan kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam hidup bersama atau bermasyarakat, setiap manusia menempati status atau kedudukan tertentu, bila ada yang diatas maka ada juga yang dibawah. Walaupun beda status, setiap manusia tetap membutuhkan satu sama lain, memiliki dunia yang sama, memiliki tujuan hidup yang sama. Melalui hidup bersama lah manusia dapat menumbuhkan rasa kebersamaan karena itulah yang harus ditanamkan kepada setiap diri manusia, SOLIDARITAS!

B. Hakikat Manusia sebagai Hamba Allah dan Makhluk Social

Didalam diri manusia terdapat unsur-unsur alam, ada unsur tumbuh-tumbuhan dengan tumbuh dan bergerak, ada unsur hewani dengan memiliki nafsu, kemampuan bergerak, insting dan sebagainya. Walaupun manusia memiliki sifat yang tidak jauh dari makhluk lainnya namun tetap, manusia lebih dari itu. Secara fisik manusia lebih baik, lebih indah, lebih sempurna. Itu mengapa manusia dinyatakan makhluk ciptaan Allah yang lebih sempurna di banding makhluk lain.
Sebagai ciptaan Allah yang lebih sempurna tentu membuat manusia memiliki hubungan erat dengan Tuhan. Sudah menjadi kewajiban manusia untuk menjalankan segala perintahnya seperti beribadah (menurut kepercayaan masing-masing), menjaga alam, baik kepada sesama, saling tolong menolong dalam hal kebaikan.
Menjaga alam merupakan salah satu hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan. Manusia dan alam sangat terhubung erat, tentu saja manusia sangat membutuhkan alam untuk menjalani kehidupan. Bagaimana tidak, jika setiap detiknya saja kita butuh oksigen untuk bernafas. Betapa besar kekuasaan Tuhan menciptakan udara yang dapat dengan bebas kita hirup, bayangkan jika oksigen ini harus kita bayar, seakan tidak cukup harta kita hanya untuk membayar oksigen ini. Lalu mengapa dengan mudahnya kita masih mencemari udara bebas ini? Hutan atau pepohonan merupakan ciptaan Tuhan, begitu indah dilihat, membawa kesejukan. Namun mengapa masih banyak penebangan liar? Air adalah ciptaan Tuhan selanjutnya yang merupakan keperluan manusia untuk hidup. Manusia memerlukan air untuk minum, mandi, dan kegiatan lainnya. Betapa manusia sangat membutuhkan air. Jika demikian, mengapa masih banyak berita buruk tentang air yang masih terdengar? Air keruh, kelangkaan air, banjir yang diakibatkan kelalaian manusia. Tidak kah manusia sebagai makhluk berakal sadar dengan perbuatan mereka. Dari sekolah dasar kita telah diajarkan untuk hidup bersih, membuang sampah pada tempatnya, namun mengapa masih banyak kali yang disulap menjadi tumpukan sampah sehingga membuat air kali menjadi keruh dan tersumbat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyebabkan banjir, sadarkah itu adalah ulah manusia itu sendiri. Lalu mengapa masih banyak manusia yang menyalahkan Tuhan?
Manusia merupakan makhluk alamiah yang tentu saja memerlukan alam. Disamping itu, manusia tidak bisa lepas dari kehidupan lingkungannya yang mana manusia memerlukan manusia lainnya. Didalam bersosialisasi terbentuklah sebuah kelompok, kelompok ini tidak hanya memperoleh sesuatu bagi diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Inilah Hakikat Manusia sebagai Makhluk Sosial.
Namun didalam hidup bersosialisasi tentu tidak mudah, banyak perbedaan yang dapat membuat suatu kelompok menjadi saling berseteru, saling mencaci, saling bertengkar atau bahkan menimbulkan perpisahan. Di Indonesia sendiri yang merupakan negara berkepulauan, jelas memiliki banyak perbedaan didalamnya, beda adat, beda bahasa, beda agama, dan masih banyak lagi. Seharusnya dari banyak perbedaan tersebut dapat membuat negara kita lebih sempurna. Sebagai contoh kecilnya, ibu jari terasa tidak sempurna tanpa keempat jari lainnya. Jika jari saja bisa saling melengkapi satu sama lain, mengapa manusia sebagai makhluk berakal tidak bisa. We're ONE!!


PENUTUP 

A. KESIMPULAN

Manusia dan Sosialisasi adalah hal yang saling berkaitan satu sama lain. Begitu juga dengan Manusia dan Tuhan. Sebagai ciptaanNya, kita wajib menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

B. SARAN

Didalam kehidupan nyata, manusia dihadapkan oleh banyak fenomena. Manusia dituntut untuk terus peka terhadap perkembangan zaman. Oleh sebab itu manusia harus berfikir dengan cermat dalam menghadapi setiap masalah, tidak hanya cermat tapi manusia juga diharuskan untuk belajar bertanggung jawab. Termasuk didalam kehidupan, bertanggung jawab dengan apapun yang telah dilakukan. Sebagai hamba Allah dan sebagai makhluk sosial tentu harus menjalankan apa yang sudah menjadi tugasnya, itu lah yang disebut HAKIKAT MANUSIA.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar